Ziliun
  • Issuepedia
  • Workipedia
  • Inner Space
No Result
View All Result
  • Issuepedia
  • Workipedia
  • Inner Space
No Result
View All Result
Ziliun
No Result
View All Result

Hidup Jadi Medioker alias si Biasa-Biasa Aja, Kenapa Gak?

Ade I. SakinabyAde I. Sakina
12/07/2022
in Inner Space
0
Hidup Jadi Medioker

Hidup Jadi Medioker | Foto oleh: unsplash.com/@acharki95

Share on FacebookShare on Twitter

Hidup Jadi Medioker alias si Biasa-Biasa Aja, Kenapa Gak? –  

“Ih keren banget, usia masih 25 tahun tapi prestasinya udah seabrek aja. Terakhir, kabarnya dia berhasil lolos beasiswa LPDP di 1x percobaan tes. Duh, apa kabar aku yang udah ikut berkali-kali, tapi gak kunjung lolos.”

“Kadang salut ya sama orang-orang yang effort-nya luar biasa buat jadi high-achiever. Pengen juga, tapi jadi biasa-biasa kayak sekarang juga menyenangkan, kok!”

Well, welcome to a mediocre life! 

RelatedPosts

Apa Itu Eating Disorder? Yuk, Cari Tau Juga Gejala dan Penyebabnya!

Apa Itu Mindfulness? Dan Ampuh Gak Sih Buat Menghilangkan Stres?

Apa sih medioker itu?

Secara harfiah, medioker artinya adalah biasa-biasa aja. Sebenarnya, istilah ini digunain buat nunjukkin kualitas klub sepak bola, tapi lama-kelamaan penggunaannya pun diperluas, termasuk kalo ngomongin tentang hidup. Maksudnya, hidup ala medioker artinya hidup dengan standar yang biasa atau sedang-sedang aja. Gak terlalu high-achiever, tapi gak yang di posisi paling bawah juga.  Terus, apakah medioker ini lebih cocok disebut sebagai sebuah pilihan atau emang udah nasibnya aja? Penasaran? Yuk, cari tau di artikel ini!

Seenggaknya, ada 2 sudut pandang tentang medioker

Pertama, karena sejak awal mereka emang milih jadi seorang medioker. Yap, mereka udah nentuin sendiri kalo mereka gak mau jadi orang yang terlalu ambis. Jadi, di saat orang lain ngelakuin effort berkali-kali lipat buat ngedapetin sesuatu, medioker tipe ini effort-nya biasa-biasa aja. Misal, ada orang yang gila-gilaan ngejer target di kerjaan buat cepet naik jabatan, eh si medioker ini cukup kerja “bener” aja tanpa peduli kapan naik jabatan. Kedua, ada yang akhirnya jadi medioker karena apa yang mereka usahakan belum keliatan hasilnya. Padahal, kalo ditanya effort, wih udah susah-payah deh. Padahal..

  1. Tiap orang punya pilihan dan ambisinya masing-masing. Kita gak perlu juga ngikutin jalan hidup orang lain cuma karena ngerasa “ketinggalan”. Selalu inget satu hal: you do you. Apalagi kalo kita emang belum punya cukup energi buat ngeluarin effort gede.
  2. Udah usaha mati-matian tapi hasilnya masih try again? Gak apa-apa. Klise emang, tapi percaya deh, lebih baik gagal daripada gak nyoba sama sekali. Bisa-bisa nyesel, terus gak dapet lesson dari pengalaman yang didapet.

Lagian, gak ada salahnya kok jadi seorang medioker, mau itu karena pilihan ataupun karena nasib yang ngebawa kita buat jadi a mediocre dulu buat sementara waktu. Sekalipun hidup kita terkesan biasa-biasa aja, tapi bukan berarti gak ber-value, kan?

Baca juga di sini: Gak FOMO, Gak Apa-Apa

Lanjuttt! Kalo lo sekarang ngerasa relate sama status “medioker” ini, kiranya, ada beberapa hal yang bisa lo lakuin supaya hidup gak terkesan bener-bener biasa, gitu.

1. Biasa-biasa aja ≠ gak punya value

Value inilah yang bikin hidup lo lebih bermakna, bahkan tanpa validasi dari orang lain~ Jadi, bukan berarti hidup yang biasa aja artinya gak happy dan gak mindful. Ciptain value diri sendiri tanpa harus berada di titik tertentu.

2. Jalanin dengan bahagia dan enjoy the ride

Ada yang namanya fase hidup dan kadang mau sekuat apa pun usaha kita, tapi kalo takdir belum ngebawa kita ke fase yang kita mau, what can we do selain live it to the fullest? Bukannya pasrah sama takdir, tapi kadang ada sesuatu yang gak bisa kita kontrol, kan?

3. Tetep punya plan cadangan

Bisa aja gak selamanya kita ada di posisi sebagai medioker, so lebih baik siapin plan buat ngadepin perubahan ke depannya. Kalo kata orang bijak, “sedia payung sebelum hujan.”

4. Jangan terlalu dengerin kata orang

Orang boleh bilang A-Z tentang medioker—ya mostly hal-hal negatifnya aja, tapi itu kan kata orang. Kalo kita sendiri yang ngejalaninnya fine-fine aja, kenapa gak?

Intinya, jadi seorang medioker itu sah-sah aja, bahkan ya boleh banget. Lagian sebenarnya yang penting adalah gimana sikap lo pas ngejalanin hidup yang terkesan biasa-biasa aja tadi. Terus, inget aja 1 hal, standar “biasa-biasa” aja kan cuma label, tapi yang tau gimana hidup lo, ya lo sendiri. Oh ya, Ziliun juga hadir di Instagram, lho! Jadi, jangan lupa follow Ziliun di Instagram ya buat konten lainnya seputar pengembangan diri

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #innerspace#medioker
Previous Post

5 Etika Bermain LinkedIn: Jangan Disamain Kayak Twitter!

Next Post

Trik Ngejawab Pertanyaan: “Apa Goals Kamu 5 Tahun ke Depan?”

Next Post
Trik ngejawab pertanyaan

Trik Ngejawab Pertanyaan: "Apa Goals Kamu 5 Tahun ke Depan?"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Yang Terbaru

  • Fenomena Media Alternatif: Efektif Tapi Bisa Bawa Dampak Negatif
  • Fenomena Konser Ramah Lingkungan, Gimana Praktiknya?
  • Mengenal Apa itu Chronically Online
  • Apakah Demokrasi Adalah Sistem Pemerintahan Terbaik?
  • Mengenal Filsafat Stoikisme
Ziliun

Media yang menemani perjalanan anak muda untuk menghadapi kehidupan dan memasuki dunia kerja, serta mendorong dan memotivasi anak muda untuk menjadi versi terbaik diri mereka.

  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kerja Sama

Ruang & Tempo Coworking Space

Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No. 8, Jakarta Selatan 12210

Bikin kontenmu sekarang!

© 2025 Ziliun All rights reserved.

Ziliun

  • Issuepedia
  • Workipedia
  • Inner Space

© 2025 Ziliun All rights reserved.

%d