Ziliun
  • Issuepedia
  • Workipedia
  • Inner Space
No Result
View All Result
  • Issuepedia
  • Workipedia
  • Inner Space
No Result
View All Result
Ziliun
No Result
View All Result

Devina Sugono dan Basha Market, Merayakan Industri Kreatif Surabaya

PutribyPutri
23/06/2015
in Story
2
Devina Sugono dan Basha Market, Merayakan Industri Kreatif Surabaya
Share on FacebookShare on Twitter

“Untuk mencapai impian, harus berani mengambil langkah pertama.” – Devina Sugono.

Di Jakarta, udah banyak banget local bazaar yang diperuntukkan bagi merek-merek lokal untuk unjuk gigi. Udah gak asing lagi sekarang ngelihat anak-anak hipster dengan bangga memakai brand lokal. Tapi, gimana dengan kota lain?

Devina (kedua dari kanan) dan Erin (pertama dari kiri). instagram/devinaahs

Devina Sugono, anak muda Indonesia lulusan University of San Fransisco, ngelihat kalau bahkan di Surabaya, belum banyak event yang bisa menaikkan industri kreatif. Padahal, Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia. Ini yang jadi latar belakang Devina, bersama co-founder-nya Erin, membuat Basha Market.

“Ide memulai Basha Market muncul waktu ngobrol dengan Erin. Dia sendiri dari Surabaya, dan waktu itu belum banyak event kreatif di sana, jadi kita ingin membuat sebuah event yang bisa membawa hiburan serta membantu mengembangkan industri kreatif juga,” kata Devina.

Baca juga: #ziliunPoll: Brand Lokal vs Brand Luar

RelatedPosts

Halosis 2.0 Bikin Usaha Kecil Jadi Lebih Maju Lewat Artificial Intelligence.

7 Strategi Marketing Online yang Dibutuhkan Entrepreneur

Devina dan Erin sendiri udah sering kerja bareng sejak dulu. Waktu kuliah di San Fransisco, mereka berdua gabung jadi anggota PERMIAS (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat). Di organisasi ini, memang sering organize event untuk murid-murid Indonesia. Event-nya sendiri beragam, dari acara-acara budaya, sampai ke clubbing.

“Setelah kuliah, memang kerjaan kantoran kita tidak ada relasi sih dengan event, aku sendiri konsultan finance, dan Erin dari sales. Sekarang kita berdua udah berhenti kerjaan kantor untuk fokus di Basha Market.”

Saat ditanya tentang perbedaan Basha Market dengan local bazaar lainnya yang terus bermunculan, menurut Devina, Basha Market bukan sekadar event ritel.

Baca juga: Rani Nelasari, Angkat Local Brand Lewat Nomaden Market

Basha Market: Hyperspace. instagram/bashamarket

“Basha Market adalah platform di mana berbagai komunitas kreatif dan talenta lokal bisa mempertunjukkan karya mereka, dan juga bertemu dengan konsumen secara langsung. Banyak brand lokal tidak punya dana untuk membuka toko sendiri, jadi Basha Market bisa membantu untuk meningkatkan brand awareness mereka kepada konsumen. Di Indonesia, konsumen juga masih belum terlalu sreg dengan online shopping, jadi dengan mempertemukan vendor-vendor online ini dengan konsumen secara offline, konsumen bisa lebih menerima brand mereka.”

Gak hanya tentang mempertemukan vendor dan konsumen, ternyata Basha Market juga punya misi mempertemukan sesama vendor, supaya bisa saling berbagi tips untuk berkembang bersama.

Devina sendiri datang dari latar belakang keluarga pengusaha. Dari kecil, ayahnya selalu mendorongnya untuk selalu mencari kesempatan memulai bisnis sendiri. Prinsip hidup yang bikin Devina semangat membuat Basha Market, adalah ‘Untuk mencapai impian, harus berani mengambil langkah pertama.’

Terus, apa yang diharapkan dari Basha Market ini?

“Masih kurang dukungan dari pemerintah untuk program-program yang bisa mengembangkan industri kreatif di Indonesia. Di negara-negara dunia pertama, industri kreatif adalah sesuatu yang di-celebrate dan digiatkan, tapi di Indonesia belum seberapa. Kami berharap untuk menjadi inkubator, di mana industri kreatif dan juga talenta lokal bisa berkembang, tidak hanya di Surabaya dan Indonesia, tapi juga di skala global,” tutup Devina.

Baca juga: Bangga Sama Indonesia itu Ngaku Lokal, Bukan Sok Internasional

Header image credit: bashamarket.com

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Articlesbasha marketbrand lokaldevina sugonoindustri kreatifkreativitaspop up marketprofilesurabaya
Previous Post

Dennis Adishwara, Rangkul Kreator Video Lokal untuk Berkarya

Next Post

Sweta Kartika, Memasukkan Unsur Indonesia di Tiap Karya

Next Post
Sweta Kartika, Memasukkan Unsur Indonesia di Tiap Karya

Sweta Kartika, Memasukkan Unsur Indonesia di Tiap Karya

Comments 2

  1. Ping-balik: Basha Arcade: Mad Lab, Udah Saatnya Go International Bukan Lagi Wacana | Ziliun
  2. Ping-balik: Tatarupa: Cara Menghadapi Masyarakat ASEAN a la Ibu Risma | Ziliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Yang Terbaru

  • Fenomena Media Alternatif: Efektif Tapi Bisa Bawa Dampak Negatif
  • Fenomena Konser Ramah Lingkungan, Gimana Praktiknya?
  • Mengenal Apa itu Chronically Online
  • Apakah Demokrasi Adalah Sistem Pemerintahan Terbaik?
  • Mengenal Filsafat Stoikisme
Ziliun

Media yang menemani perjalanan anak muda untuk menghadapi kehidupan dan memasuki dunia kerja, serta mendorong dan memotivasi anak muda untuk menjadi versi terbaik diri mereka.

  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kerja Sama

Ruang & Tempo Coworking Space

Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No. 8, Jakarta Selatan 12210

Bikin kontenmu sekarang!

© 2025 Ziliun All rights reserved.

Ziliun

  • Issuepedia
  • Workipedia
  • Inner Space

© 2025 Ziliun All rights reserved.

%d